Rugi Dan Untung Beli Properti Mobil Saat Pandemi

Posted on

Trends.usedcarsreviewss.com – Zaman sekarang ekonomi semakin krisis karena akibat pandemi covid-19 membuat sebagain harga properti seperti rumah tapak, apartemen, hingga ruko dan kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor turun. Hal ini terjadi karena permintaa mulai berkurang seiring meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam melakukan pengeluaran di tengah kondisi yang sekarang ini.

Tetapi, harga properti dan kendaraan yang mulai turun, tentu menggoda bagi semua masyarakat yang tetap membutuhkan, baik untuk ditempati, digunakan, mauoun investasi. Lantas, apa tepat membeli properti dan kendaraan bermotor saat krisis ekonomi akibat pandemi?

Ekonomi BCA David Samuel mengatakan hal ini sejatinya tepat-tepat saja, tapi ada syaratnya. Yaitu, seseorang yang melakukan pembelian properti atau kendaraan bermotor, benar-benar bisa mengkalkulasikan dan yakin akan ada pemulihan ekonomi dalam waktu yang cepat.

“Banyak yang bilang saat krisis atau ekonomi sedang melemah sebenarnya jika kita yakni pemulihan akan terjadi dan konsisten itu hal yang tepat,” ujar David di acara Indonesia Macroeconomic Update 2021.

Baca juga:

Syarat lain adalah tetap menyesuaikan dengan profit risiko seseorang. profit risiko ini biasanya menyesuaikan pendapatan, arus kas, dan beban pengeluarab masing-masing individu, misalnya apakah gajihnya tetap atau tidak, banyak pengeluaran lain selain pembelian properti atau kendaraan di amsa mendatang atau tidak, dan yang lainnya.

Kendati begitu, dari sisi ekonomi makro, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bergantung pada konsumsi rumah tangga, tentu pembelian properti dan kendaraan bermotor yang merupakan barang tahan lama dan tentunya perlu ditentukan.

Maka dari itu, tidak heran bila permintaan rela memberikan stimulasi pengurangan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi kendaraan bermotor. Begitu juga dengan stimulasi uang muka (down payment/DP) nol persen untuk pembelian properti dari Bank Indonesia (BI).

“Maka diharapkan sektor wisata dan masyarakat bisa berani konsumsi dan belanja untuk barang tahan lama, seperti properti, otomotif, elektronik, dan seterusnya,” tentunya.

Disisi lain, David turut memperkirakan konsumsi masyarakat akan meningkat jelang lebaran pada tahun ini, meski tidak setinggi biasanya saat mudik tidak dilarang. Sebab, masyarakat kini sudah mulai terbiasa berbelanja online.

“Meski mobilitas menurun, tetapi sisi transaksi ada pemulihan, dari data transaksi artinya masyarakat tetap belanja walaupun medianya berpindah ke online.” tandasnya.

Nah, apa yang telah kami sampaikan ditas semoga bisa bermanfaat buat kalian yang suka membeli properti mobil dan motor disaat musim pandemi ini.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.