Investasi Properti Motor di Indonesia Semakin Meningkat
Investasi Properti Motor di Indonesia Semakin Meningkat

Investasi Properti Motor di Indonesia Semakin Meningkat

Posted on

Trends.usedcarsreviewss.com Investasi Properti Motor di Indonesia Semakin Meningkat – judul inilah yang akan menjadi pembahasan kami saat ini, jika Anda tidak ingin ketinggalan dari inoformasi yang sangat penting ini, maka Anda bisa simak ulasan berikut ini.

Realisasi investasi pada sektor properti di Indonesia yang telah meliputi berbagai macam jenis seperti Perumahan, Kawasan Industri dan perkantoran tercatat sebesar Rp 76,4 triliun atau meningkat 7,45 persen dibanding priode yang sama terjadi di tengah sebesar Rp 71,1 terliun.

Capaian positif tersebut terjadi di tengah pandemi yang melanda Indonesia dan global. Realisasi sektor properti ini sendiri turut berkontribusi sebesar 9,2 persen dari total realisasi investasi masuk Indonesia sepanjang 2020 yaitu sebesar Rp 826,3 triliun.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat, investasi penanaman modal asing (PMA) pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai US$2,2 ,miliar yang merangkum 2.209 proyek.

Baca Juga:

Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) yaitu Rp 44,9 triliun yang meliputi 4.347 proyek. Investasi di sektor properti ini belum termasuk kontribusi PMA di sektor Hotel dan Restoran yang tercatat sebesar US$441,1 juta dan merangkum 5.900 proyek serta kontribusi PMDN di sektor yang mencapai Rp 10.203,1 triliun serta merangkum 5.448 proyek.

Sepanjang tahun 2020, rencana sejumlah perusahaan asing seperti HYUNDA Motor Co, Tesla dan produsen baterai litium China, Contemporary Amprex Tecnology untuk berinvestasi di Indonesia sempat mendapat perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat Negara tetangga Malasyia dan Singapura.

Hyundai Motor Co, misalnya, berencana untuk memindahkan kantor pusat regional (HQ) mereka ke kawasan GllC Cikarang, Indonesia dan memilih menutup kantor pusat regional Asia Pasifik di Mutiara Damansara di Petaling Jaya, Selangor, Malasysia.

Hyundai Motors Droup dikabarkan telah mebeli sekitar 70-80 hektar (ha) tanah miliki PT Pyradelta Tbk (DMAS) di salah satu kawasan industri di Cikarang untuk pembangunan pabriknya.

Konsultan LEADS Property mencatat, dampak pandemi Covid 19 di sektor industri tidak sekeras sektor lainnya. Meski begitu, pada 2021 transaksi lahan industri akan terus tumbuh lambat namun pasti. Terlebih, menurut LEADS, Pemerintah telah mebdapat kepastian bahwa beberapa perusahaan asing akan merelokasi pabriknya dan atau memperluas usahanya ke Indonesia.

Oleh karena itu, landlord akan mengubah lebih banyak cadangan tanah mereka menjadi persediaan tanah utnuk mengakomodasi lebih banyak pertanyaan yang akan datang. Sementara, rata-rata harga lahan industri cendrung stabil karena harga saat ini dinilai relatif tinggi dibandingkan dengan beberapa Negara Asia Tenggara.

Seperti diketahui, pasar properti di Indonesia telah mengalami perlambatan sejak beberapa tahun terakhir paska mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi pada parus kesua tahun 2012 dan paruh pertama tahun 2013. Bank Sentral St Louis bahkan mencatat, pertumbuhan harga rata-rata properti di Indonesia terus menunduk dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2013 pertumbuhan rerata properti turun 14% dan penurunan berlanjut menjadi sekitar 3% pada 2017 serta 2018. Puncaknya terjadi pada 2019, ketika kenaikan harga rata-rata bahkan lebih rendah dari tahun tahun sebelumnya.

Ada beberapa alasan yang menajdi penyebab tren properti di Indonesia terus menurun, antara lain, terkait ketidakpastian politi, tingkat hunia yang masih rendah, aturan regulasi baru serta penurunan PDB per kapita antara tahun 2012 dan 2015.

Pada tahun 2012, PDB per kapita di Indonesia adalah sebesar USD$3.680 dan turun menjadi USD$3.330 pada tahun 2015, Perlambatan ekonomi menjadi penyumbang utama yang mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat kelas menengah dan menengah di atas Indonesia.

Sumber : propertiindonesia.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *