Harga Bitcoin Pada Hari Ini Rehat Sejenak Dulu Begini Alasannya!!

Posted on

Trends.usedcarsreviewss.com – Harga kripto utama cenderung terkoreksi tipis pada perdagangan Senin (1/8/2022), setelah nyaris menguat sepanjang pekan lalu.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:20 WIB, Bitcoin melemah 1,72% ke harga US$ 23.434,57/koin atau setara dengan Rp 348.237.710 /koin (asumsi kurs Rp 14.860/US$). Sedangkan Ethereum terpangkas 0,41% ke US$ 1.697,41 /koin atau Rp 25.223.513 /koin.

Hanya Dogecoin, salah satu koin digital (token) alternatif (alternate coin/altcoin) yang masih menguat pada hari ini, di mana token ‘meme’ bergambar anjing Shiba Inu tersebut menguat 0,22% ke US$ 0,07045/koin (Rp 1.047/koin).

Setelah pada pekan lalu cerah bergairah hingga menyentuh kisaran harga US$ 24.000, Bitcoin pada hari ini cenderung ‘rehat sejenak’, meski masih diperdagangkan di kisaran US$ 23.000.

Meski pada hari ini Bitcoin ‘rehat’, tetapi pada pekan lalu, Bitcoin berhasil melesat 4,8% dan berakhir Juli naik 26,8% untuk bulan terbaik sejak Oktober tahun lalu dan bulan Juli menjadi bulan positif pertama dalam empat bulan terakhir.

Cenderung kurang bergairahnya kripto utama pada hari ini terjadi karena investor mulai merealisasikan keuntungannya setelah nyaris sepekan penuh mengalami penguatan.

Mereka masih cenderung belum mempertahankan kepemilikannya di kripto untuk waktu yang lebih lama karena risiko di pasar global masih cenderung negatif.

Namun, beberapa analis kripto memprediksi bahwa ‘badai’ yang menerpa pasar kripto sudah berlalu dan kini investor cenderung memburunya karena sekarang harganya sudah murah.

Beberapa analis juga memprediksi bahwa Bitcoin dapat pulih setidaknya ke level psikologisnya di US$ 30.000.

Paul Spirgel, Analis Pasar Reuters, harga bitcoin berpotensi untuk naik. Bitcoin akan mencoba menguji titik resistance di US$ 24.100. Jika tertembus, maka bukan tidak mungkin bisa berlanjut ke US$ 24.400-24.800.

Baca Juga: Berikut Beberapa Cara Untuk Mendapatkan Aplikasi Terbaik Android Di Play Store

Sementara titik support berada di US$ 23.400. Kalau tertembus, maka ada risiko terjadi koreksi terbatas di US$ 22.000

Di lain sisi, pergerakan cryptocurrency cenderung sejalan dengan pasar saham AS akhir-akhir ini, khususnya mengikuti indeks Nasdaq yang sarat teknologi, di mana indeks ini berhasil melonjak pada perdagangan Kamis dan Jumat pekan lalu.

“Secara keseluruhan, kami pikir pasar telah bereaksi positif terhadap komentar The Fed dan bisa dibilang telah memperhitungkan sebagian besar kenaikan suku bunga,” kata Vijay Ayyar, vice president pengembangan perusahaan dan internasional di pertukaran kripto Luno, mengatakan kepada CNBC International.

Sebelum berhasil melewati ‘badai’ pada perdagangan pekan terakhir di bulan Juli, pasar kripto telah berjuang keras untuk dapat survive.

Sumber : cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.